Direntang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal dan membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh
Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
seperti takkan pernah pulang (yang menghilang)
Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan
Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa
Showing posts with label lirik-lirik. Show all posts
Showing posts with label lirik-lirik. Show all posts
Monday, July 5, 2010
Mesin Penenun Hujan-Frau
Merakit mesin penenun hujan, hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebalikan, terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan, ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan, kebalikan di antara kita
Kau sakiti aku, kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan
Merakit mesin penenun hujan, ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan, kebalikan di antara kita
Semua tentang kebalikan, terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan, ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan, kebalikan di antara kita
Kau sakiti aku, kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan
Merakit mesin penenun hujan, ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan, kebalikan di antara kita
Labels:
lirik-lirik
Sunday, April 25, 2010
Antara Logika dan Rasa
Terkadang kita
Terlalu bersikeras
Tak pakai perasaan
Slalu berpikir logis
Terkadang kita
Terlalu terhanyut
Tak mau analisis
Slalu gunakan rasa
*mengapa kita
Tak seimbangkan saja?
Antara logika dan rasa
Mestinya seirama
Hingga kita bisa menilai
Dari berbagai sisi
Terlalu bersikeras
Tak pakai perasaan
Slalu berpikir logis
Terkadang kita
Terlalu terhanyut
Tak mau analisis
Slalu gunakan rasa
*mengapa kita
Tak seimbangkan saja?
Antara logika dan rasa
Mestinya seirama
Hingga kita bisa menilai
Dari berbagai sisi
Labels:
lirik-lirik
ironisme
Kau adalah sosok terangkuh
Tak pernah mau akui kesalahan
Kau adalah sosok terpicik
Tak pernah mau pedulikan
Sungguh ironis,
Dibalik sikap manis
Memang tak kasat mata
Semua yang kau lakukan
Tapi pasti kau ingat
Tak kan mungkin terlupa
Jangan pernah mengira
Kau kan terbebas
Kau hanya menunggu waktu
Sebelum akhirnya
Kau terpuruk
Tak pernah mau akui kesalahan
Kau adalah sosok terpicik
Tak pernah mau pedulikan
Sungguh ironis,
Dibalik sikap manis
Memang tak kasat mata
Semua yang kau lakukan
Tapi pasti kau ingat
Tak kan mungkin terlupa
Jangan pernah mengira
Kau kan terbebas
Kau hanya menunggu waktu
Sebelum akhirnya
Kau terpuruk
Labels:
lirik-lirik
Subscribe to:
Comments (Atom)
